SELAMAT DATANG DI WEBSITE PUTRA ADMAJA.BLOGSPOT.COM Macam Macam Tipe jenis Model Pembelajaran di Sekolah: Bab III Archaeobacteria dan Eubacteria

Bab III Archaeobacteria dan Eubacteria



      A. Pengertian
Setelah Carl Woose melakukan analisis molekular, maka Archaebacteria yang semula dikelompokkan dengan Eubacteria dalam Kingdom Monera sekarang menjadi kelompok yang terpisah. Sekarang Kingdom Monera tidak dipakai lagi dan sebagia gantinya muncul kingdom Archaebacteriadan Eubacteria



A. Ciri-ciri:
1.      Uniseluler prokariotik, yaitu tidak memiliki membrane inti sel
2.      Memiliki dinding sel
3.      Mempunyai 1 jenis RNA polimerase
4.      Biasanya hidup pada lingkungan ekstrem, seperti daerah dengan kadar garam tinggi
5.      Reproduksi dengan cara pembelahan biner, pembentukan tunas, fragmentasi

B. Perbedaan Archaebacteria danEubacteria:
Karakteristik
Archaebacteria
Eubacteria
Peptidoglikan di dinding del
Tidak ada
Ada
Lipid membran
Hidrokarbon bercabang
Hidrokarbon tidak bercabang
RNA Polimerase
Beberapa jenis
Satu jenis
Respon terhadap antibiotic Streptomisin dan kloramfenikol
Pertumbuhan tidak terhambat
Pertumbuhan terhambat


Archaebacteria memiliki susunan, struktur, metabolisme, dan urutan asam nukleat yang berbeda dengan Eubacteria. Oleh karena itu, Archaebacteria dikelompokkan sebagai kingdom terpisah dari Eubacteria meskipun kedua kingdom tersebut sama-sama prokariotik.
Archaebacteria (Yunani, archaio = kuno) adalah kelompok bakteri yang dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan, namun membran plasmanya mengandung lipid. Archaebacteria hidup pada lingkungan ekstrim dan hal ini dijadikan dasar klasifikasinya. Berdasarkan lingkungan ekstrimnya, Archaebacteria dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu bakteri metanogen, bakteri halofil, dan bakteri termoasidofil.

Bakteri Metanogen
Bakteri metanogen adalah bakteri yang menghasilkan metana dari gas hydrogen dan CO2 atau asam asetat. Metana disebut juga biogas. Bakteri metanogen hidup di rawa sebagai pengurai. Contohnya adalah Methanobacterium.

Bakteri halofil
Bakteri halofil (Yunani, halo = garam, philos = suka) adalah bakteri yang hidup di lingkungan dengan kadar garam tinggi. Bakteri halofil optimal pada lingkungan dengan kadar garam 20%. Beberapa jenis bakteri halofil membutuhkan lingkungan dengan kadar garam sepuluh kali lebih tinggi dari kadar garam air laut. Contoh bakteri halofil adalah Halobacterium
.
 
Bakteri Termoasidofil
Bakteri termoasidofil hidup di lingkungan yang panas dan asam. Kondisi optimal untuk bakteri ini adalah pada temperature 60-80oC dengan pH 2-4. Bakteri ini terdapat pada daerah yang mengandung asam sulfat, misalnya di kawab vulkanik. Contohnya adalah bakteri Sulfolobus dan Thermoplasma.


ARCHAEBACTERIA
Dalam sistem klasifikasi pada sistem enam kingdom, Archaeobacteria termasuk dalam satu kingdom tersendiri. Yang termasuk Archaeobacteria, yaitu bakteri yang hidup di sumber air panas, di tempat berkadar garam tinggi, di tempat yang panas dan asam. Archaeobacteria termasuk kelompok prokariotik. Pertama kali diidentifikasikan pada tahun 1977 oleh Carl Woese dan George Fox. Ada tiga kelompok dari Archaeobacteria, yaitu methanogens, halophiles, dan thermophiles.

Ciri-ciri Archaeobacteria Archaeobacteria memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Sel bersifat prokaryotik.
b. Lipida pada membran sel bercabang.
c. Tidak memiliki mitokondria, retikulum endoplasma, badan golgi, dan
lisosom.
d. Habitat di lingkungan bersuhu tinggi, bersalinitas tinggi, dan asam.
e. Berukuran 0,1 m sampai 15   m, dan beberapa ada yang berbentuk filamen dengan panjang 200 m.
f. Dapat diwarnai dengan pewarnaan Gram.

Archaeobacteria dikelompokkan berdasarkan habitatnya, yaitu:
a. Halophiles, yaitu lingkungan yang berkadar garam tinggi.
b. Methanogens, yaitu lingkungan yang memproduksi methan. Ini dapat ditemukan pada usus binatang.
c. Thermophiles, yaitu lingkungan yang mempunyai suhu tinggi. Dalam contoh konkrit kalian dapat menemukan Archaeobacteria di gletser, asap hitam, tanah rawa, kotoran, air laut, tanah dan saluran pencernaan makanan pada binatang seperti ruminansia, dan rayap.
Terdapat juga pada saluran pencernaan makanan pada manusia. Walaupun demikian, Archaeobacteria biasanya tidak berbahaya bagi organisme lainnya dan tidak satu pun dikenal sebagai penyebab penyakit.
Klasifikasi Archaeobacteria
Menurut Woese, Kandler dan Wheelis, 1990, Archaeobacteria dibagi menjadi beberapa phylum, yaitu:
a. Phylum Grenarchaeota
b. Phylum Euryarchaeota
c. Halobacteria
d. Methanococci
e. Methanophyri
f. Archaeoglobi
g. Thermococci
h. Thermoplasmata
i. Phylum Korarchaeota
j. Phylum Nanoarchaeota
CYANOBACTERIA

A. Definisi
Cyanobacteria atau ganggang biru-hijau adalah filum (atau "divisi") bakteri yang mendapat energi melalui fotosintesis. Jejak fosil cyanobacteria telah ditemukan sejak 3,8 miliar tahun lalu. Cyanobacteria sekarang adalah salah satu kelompok terbesar dan terpenting bakteri di bumi. 

B. Bentuk
 
Cyanobacteria ditemukan di hampir semua habitat yang bisa dibayangkan, dari samudera ke air tawar ke batu sampai tanah. Mereka bisa bersel tunggal atau koloni. Koloni dapat membentuk filamen ataupun lembaran. Cyanobacteria termasuk uniselular, koloni, dan bentuk filamen. Beberapa koloni filamen memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi tiga tipe sel yang berbeda: sel vegetatif adalah yang normal, sel fotosintesis pada kondisi lingkungan yang baik, dan tipe heterokista yang berdinding tebal yang mengandung enzim nitrogenase.
Setiap individu sel umumnya memiliki dinding sel yang tebal, lentur, dan Gram negatif. Cyanobacteria tidak memiliki flagela. Mereka bergerak dengan meluncur sepanjang permukaan. Kebanyakan cyanobacteria ditemukan di air tawar, sedangkan lainnya tinggal di lautan, terdapat di tanah lembab, atau bahkan kadang-kadang melembabkan batuan di gurun. Beberapa bersimbiosis dengan lumut kerak, tumbuhan, berbagai jenis protista, atau spons dan menyediakan energi bagi inang. 


C. KLASIFIKASI

Cyanobacteria secara tradisional diklasifikasikan menjadi lima kelompok, berdasar struktur tubuhnya yaitu: Chroococcales, Pleurocapsales, Oscillatoriales, Nostocales dan Stigonematales.

D. FIKSASI NITROGEN DAN KARBON

Sianobakteria adalah satu-satunya kelompok organisme yang mampu mereduksi nitrogen dan karbon dalam kondisi tidak ada oksigen (anaerob). Mereka melakukannya dengan mengoksidasi belerang (sulfur) sebagai pengganti oksigen.

C. Klasifikasi Archaebacteria
Archaebacteria dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu:
1.      Metanogen :
–    Anaerobik dan khemosintetik
–    metabolisme membentuk gas metana  (CH4)
–   Hidup di tempat dengan kadar metana tinggi
–     contohnya: metanogen pada rumen rayap yaitu Lachnospira multipara, Ruminococcus albus
2.      Halofil ekstrem :
–    hidup pada lingkungan berkadar garam tinggi
–  contohnya : Holobacterium
3.      Termofil ekstrem ( thermoasidofil ):
–        hidup pada tempat bersuhu tinggi dan bersifat asam
-  contohnya : Sulfolobus, yang hidup di mata air sulfur

D. Manfaat Archaebacteria:
1.      Enzim dari Archaebacteria ditambahkan ke sabun cuci untuk meningkatkan kemampuan sabun cuci dan detergen pada suhu dan pH tinggi
2.      Digunakan dalam industri makanan untuk mengubah pati jagung menjadi dekstrin (sejenis karbohidrat)
3.      Untuk mengatasi pencemaran laut karena tumpahan minyak.


1.      Enzim dari Archaebacteria ditambahkan ke dalam sabun cuci atau detergen untuk meningkatkan kemampuan sabun cuci dan deterjen pada suhu dan pH tinggi.
2.      Beberapa enzim Archaebacteria juga digunakan dalam industri makanan untuk mengubah pati jagung menjadi dekstrin (sejenis karbohidrat).
3.      Beberapa jenis Archaebacteria digunakan untuk mengatasi pencemaran, misalnya tumpahan minyak.

  •  Bakteri yang bermanfaat
1.      Lactobacillus casei digunakan dalam pembuatan keju.
2.      Streptoccocus lactis dan S. cremonis digunakan dalam pembuatan keju dan mentega.
3.      Lactobacillus citrovorum digunakan untuk memberi aroma pada mentega dan keju.
4.      Bacillus brevis menghasilkan antibiotik tirotrisin .
5.      Bacillus subtilis menghasilkan antibiotik basitrasin.
6.      Bacillus polymyxa menghasilkan antibiotik polimixin.
7.      Nitrosomonas, Nitrosococcus, dan nitrobacter berperan dalam proses penambahan kesuburan tanah ( membentuk humus )
8.      Acetobacter penting dalam pembuatan asam cuka dan nata de coco.
9.      Beberapa asam lemak penting dapat dihasilkan oleh bakteri, misalnya : asam propionat dihasilkan oleh Propionibacterium (penting dalam pembentukan keju); asam butirat dihasilkan oleh beberapa spesies dari genus Clostridium. Asam butirat ini penting untuk menghasilkan butil alkohol, aseton, dan isopropil alkohol.
10. Beberapa bakteri saprofit berperan penting dalam pembuatan biogas yang dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.

Bakteri penyebab penyakit

1.      Mycobacterium tuberculosis, bakteri ini menyerang paru – paru dan menyebabkan penyakit TBC.
2.      Treponema pertenue, bakteri ini penyebab penyakit patek (frambusia).
3.      Yersinia pestis, bakteri ini menyerang manusia dan binatang pengerat (rodentia) menyebakan penyakit pes (sampar).
4.      Clostridium tetani, bakteri ini penyebab penyakit tetanus.
5.      Neisseria gonorrhoeae, bakteri ini menyerang saluran kandung kemih dan menyebabkan penyakit kencing nanah.




Awalan Eu pada kata Eubacteria berarti sesungguhnya. Jadi, Eubacteria berarti bakteri yang sesungguhnya. Selanjutnya disebut bakteri saja atau bisa disebut dengan kuman atau basil.
Berikut ini, Ciri-ciri, Struktur Anatomi dan Klasifikasi Eubacteria:


1. Ciri-ciri Eubacteria
Eubacteria memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Bersel tunggal, prokariotik, tidak berklorofil.
b. Bersifat heterotrof.
c. Ukuran tubuh 1 - 5 mikron.
d. Reproduksi vegetatif dengan membelah diri dan generatif dengan
paraseksual.
e. Adaptasi terhadap lingkungan buruk membentuk endospora.

2. Struktur Anatomi Eubacteria
Struktur selnya terdiri atas:
a. Bagian sel sebagai penutup sel
1) Kapsula: bagian paling luar berupa lendir berfungsi melindungi sel.
2) Dinding sel: tersusun atas peptidoglikan yang merupakan polimer
besar atau polisakarida.
3) Membran plasma: bagian penutup paling dalam, mengandung enzim
oksida atau enzim respirasi. Fungsinya sama dengan mitokondria pada
sel eukariotik.

b. Bagian sitoplasma
Sitoplasma berbentuk koloid mengandung butiran-butiran protein, glikogen, dan juga lemak. Sel bakteri tidak mengandung organel retikulum endoplasmik, badan golgi, mitokondria, lisosom, dan sentriol. Tetapi bakteri mengandung ribosom yang tersebar dalam sitoplasma. Bahan genetik berupa ADN atau kromosom di daerah sitoplasma tidak memiliki membran inti.


3. Klasifikasi Eubacteria
Bakteri dapat diklasifikasikan menurut beberapa cara:

a. Berdasarkan cara mendapatkan makanannya 1) Bakteri heterotrof
Bakteri yang hidupnya tergantung pada organisme lain dalam hal
pemenuhan zat organik sebagai sumber karbon (C).
Dibedakan menjadi 2, yaitu:

a) Bakteri saprofit (saproba), hidup dari zat-zat organik yang berasal dari
sisa-sisa makhluk hidup atau sampah.
b) Bakteri parasit, hidup di dalam tubuh makhluk hidup atau bahanbahan
dari tubuh inangnya. Dibedakan menjadi:
(1) Bakteri parasit fakultatif, dapat hidup sebagai saprofit.
(2) Bakteri parasit obligat, hanya mutlak sebagai parasit.
(3) Bakteri patogen, menyebabkan penyakit pada hewan dan
manusia.

2) Bakteri autotrof
Bakteri yang mampu menyusun makanan sendiri dengan sumber karbon (C) yang berasal dari senyawa anorganik (CO2 atau karbonat).
Dibedakan menjadi:

a) Bakteri fotoautotrof, energi untuk sintesis berasal dari cahaya. Contoh
bakteri ungu dan bakteri hijau.

b) Bakteri kemoautotrof, energi untuk sintesis makanan berasal dari reaksi-reaksi kimia. Contoh: Nitrosococcus, Nitrosobacter, dan
Nitrosomonas.
b. Berdasarkan kebutuhan oksigen pada waktu respirasi
1) Bakteri aerob Bakteri yang memerlukan oksigen bebas dalam kehidupannya.
Contoh: Nitrosococcus dan Nitrosomonas.
2) Bakteri anaerob
Bakteri yang tidak membutuhkan oksigen bebas dalam
kehidupannya. Contoh:
a) Clostridium tetani (anaerob obligat)
b) Escherichia coli (anaerob fakultatif)
c) Salmonella (anaerob fakultatif)
d) Shigella (anaerob fakultatif)
c. Berdasarkan jumlah dan kedudukan flagela 1) Atrik: tidak mempunyai flagela.
2) Monotrik: mempunyai flagela pada satu ujungnya.
3) Lofotrik: mempunyai sejumlah flagela pada salah satu ujungnya.
4) Amfitrik: mempunyai sejumlah flagela pada kedua ujungnya.
5) Peritrik: mempunyai flagela pada semua permukaan tubuh.

 
[Bakteri lofotrik (a) dan peritrik (b)]

d. Berdasarkan bentuknya
1) Kokus (coccus) bentuk bulat seperti bola, dibedakan atas:

a) Monococcus, tersusun satu-satu. Contoh: Monococcus gonorhoe.
b) Diplococcus, bergandengan dua-dua. Contoh: Diplococcus
pneumoniae.
c) Tetracoccus, bergandengan empat-empat.
d) Sarcina, bergerombol membentuk kubus.
e) Staphylococcus, bergerombol membentuk buah anggur. Contoh:
Staphylococcus aureus.
f) Streptococcus, bergandengan membentuk rantai.
2) Basil (bacillus) bentuk batang (silinder), dibedakan atas:
a) Diplobacillus, bergandengan dua-dua. Contoh: Salmonella typhosa.
b) Streptobacillus, bergandengan membentuk rantai. Contoh:
Azetobacter.
c) Monobacillus, tunggal (satu-satu). Contoh: Eschericia coli.
3) Spiral (spirillum) bentuk spiral (lengkung), dibedakan atas:
a) Vibrio (bentuk koma), lengkung kurang dari setengah lingkaran.
Contoh: Vibrio cholerae.
b) Spiral, lengkung lebih dari setengah lingkaran. Contoh:
Spirochaeta pallidum.
  •  Bakteri yang bermanfaat
1.      Lactobacillus casei digunakan dalam pembuatan keju.
2.      Streptoccocus lactis dan S. cremonis digunakan dalam pembuatan keju dan mentega.
3.      Lactobacillus citrovorum digunakan untuk memberi aroma pada mentega dan keju.
4.      Bacillus brevis menghasilkan antibiotik tirotrisin .
5.      Bacillus subtilis menghasilkan antibiotik basitrasin.
6.      Bacillus polymyxa menghasilkan antibiotik polimixin.
7.      Nitrosomonas, Nitrosococcus, dan nitrobacter berperan dalam proses penambahan kesuburan tanah ( membentuk humus )
8.      Acetobacter penting dalam pembuatan asam cuka dan nata de coco.
9.      Beberapa asam lemak penting dapat dihasilkan oleh bakteri, misalnya : asam propionat dihasilkan oleh Propionibacterium (penting dalam pembentukan keju); asam butirat dihasilkan oleh beberapa spesies dari genus Clostridium. Asam butirat ini penting untuk menghasilkan butil alkohol, aseton, dan isopropil alkohol.
10. Beberapa bakteri saprofit berperan penting dalam pembuatan biogas yang dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.

Bakteri penyebab penyakit

1.      Mycobacterium tuberculosis, bakteri ini menyerang paru – paru dan menyebabkan penyakit TBC.
2.      Treponema pertenue, bakteri ini penyebab penyakit patek (frambusia).
3.      Yersinia pestis, bakteri ini menyerang manusia dan binatang pengerat (rodentia) menyebakan penyakit pes (sampar).
4.      Clostridium tetani, bakteri ini penyebab penyakit tetanus.
5.      Neisseria gonorrhoeae, bakteri ini menyerang saluran kandung kemih dan menyebabkan penyakit kencing nanah.

Referensi









1 komentar:

  1. Teman - teman kesulitan untuk Belajar Komputer karena kesibukan? kini kami memfasilitasi kursus komputer jarak jauh via online, silahkan kunjungi website kami di asianbrilliant.com, Master Komputer, Kursus Online, Kursus Jarak Jauh, Kursus Programming, Kursus Desain Grafis

    Ayah, Bunda..butuh guru untuk mengajar anak-anak dirumah ? kami memfasilitasi 1000 guru untuk anak-anak ayah dan bunda datang kerumah, silahkan kunjungi website kami di smartsukses.com, Bimbingan Belajar, Les Private, Les Privat, Les Private Mata Pelajaran, Guru Datang Ke Rumah, Guru Private

    BalasHapus